<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3188">
<titleInfo>
<title>fenomena enso dan IOD terhadap karakteristik pola curah hujan di tipologi yang berbeda</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Viv Djanat Prasita, M.App.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Supriyatno Widagdo, S.T, M.Si.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Shoffania Firda Arlestananda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2021</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>x, 60 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Curah hujan di Indonesia memiliki tiga tipologi yang berbeda yaitu monsunal, equatorial, dan lokal. Fenomena regional seperti ENSO dan IOD akan mempengaruhi curah hujan di masing-masing tipologi tersebut. ENSO adalah salah satu fenomena global yang terjadi di Samudera Pasifik yang ditandai dengan adanya penyimpangan (anomali) SST di pantai Barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi dari batas normalnya. ENSO dibagi menjadi dua yaitu El Niño dan La Niña. IOD adalah gabungan dari fenomena lautan dan atmosfer yang mirip dengan ENSO tetapi berada di wilayah Samudra Hindia. IOD juga dibagi menjadi dua yaitu IOD Positif dan IOD Negatif. Oleh karena itu menarik untuk melihat bagaimana pengaruh fenomena ENSO dan IOD di masing-masing tipologi curah hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis curah hujan saat keadaan Normal, ENSO dan IOD terjadi, membandingan pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap tiga tipologi curah hujan, menganalisis tipologi curah hujan di wilayah mana yang lebih dipengaruhi oleh fenomena ENSO, IOD atau keduanya di Surabaya, Pontianak dan Ambon. Data yang digunakan adalah data curah hujan, data anomali SST di Samudera Pasifik (Indeks Nino 3.4) dan data anomali SST di Samudera Hindia (Indeks Dipole Mode). Metode yang digunakan adalah dengan mengolah data curah hujan menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui anomali. Selanjutnya, untuk mengetahui seberapa besar pegaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap curah hujan dilakukan korelasi pearson menggunakan SPSS. Hasil penelitian berupa nilai rata-rata curah hujan pada El Niño dan IOD Positif lebih rendah dan nilai curah hujan La Niña dan IOD Negatif lebih tinggi dari kondisi normal. Jika tidak terjadi demikian, maka tahun tersebut bertepatan dengan fenomena lainnya. Pengaruh yang ditimbulkan oleh fenomena ENSO lebih berpengaruh di Pontianak (equatorial), sedangkan fenomena IOD lebih berpengaruh di Surabaya (monsunal).</note>
<subject authority=""><topic>ENSO</topic></subject>
<subject authority=""><topic>IOD</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Surabaya</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Ambon</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Pontianak</topic></subject>
<subject authority=""><topic>Tipologi curah hujan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>624.21.17 Sho f</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200532021</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>624.21.17 Sho f</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>3188</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-04-28 10:06:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-04-28 10:07:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>